satu ketika
sore itu berubah menjadi malam
dan ia tak menceritakannya pada bintang
yang ada hanya rindu
dan sebait puisi
yang dipersembahkan untuk kemilaunya
kamu pun demikian
ada di luar waktu saat kau melintasiku
berlayar jauh di depanku
tapi tak pernah membalas isyaratku
dan aku
belum berhenti mengejarmu
laut biru
dan matahari senja yang tenggelam di atasnya
membawamu menuju garis berwarna emas
semakin jauh
menghilang
dan aku selalu berharap
sayang,
menolehlah ke belakang...
22 Jul 2008
Tanda Tanya
10 Jul 2008
Simfoni Mimpi
aku percaya pada kekuatan mata
kekuatan dari sebuah metafora tak asing
yang akan senantiasa menjadi
petunjuk di mana asaku berada
kau adalah simfoni mimpiku
yang selalu melantunkan nada
teduh dalam desah nafasku
sebagai malaikat penjaga tidurku
jalan berliku tak lagi panjang
lorong sunyi tak lagi gelap
dan tangan yang selalu menggenggamku
terus membawaku ke arah cahaya
di sana
hanya ada kebahagiaan
dan kita memaknainya bersama
aku merasakan kehangatan
dalam cahaya yang menuntunku
Aku bersamamu
terus mencipta nada paling indah
dalam simfoni mimpi
Hadiah Terindah
manusia hanyalah pendamba mimpi
ketika yang kurasakan adalah
sepi, menanti asa
dan aku hampir memaknainya seorang diri
kita hanyalah manusia
yang tersenyum melihat bunga-bunga bermekaran
dan aku tak pernah mengerti
tentang takdir yang telah tertulis dalam angin
bahwa aku menemukanmu
aku mendapatkanmu, sebagai hadiah terindah
sebagai bunga yang mekar di hatiku
dan hari-hari tak lagi sama
ketika aku menulis tentang kekuatan kasih
yang membuatku mendapatkanmu
aku tahu..
kata-kata bukanlah suatu permainan
ketika aku mempunyai harapan
hadiah itu akan terjaga abadi
amin...
Sesuatu Sedang Terjadi
siang itu sungguh cerah
jadi aku menutup kaca hitam helmku
segera saja aku kehilangan semua warna
aku mulai menyusuri jalanan ini
seorang diri
dengan pemandangan yang monokrom
tiba-tiba kau memanggilku
lewat isyarat kau mengedipkan mata
dan dengan satu gerakan aku menyetujuinya
kita mulai berkelana bersama di sore itu
angin dan aroma laut
terasa memenuhi langit hari ini
aku ingin merasakannya dalam canda
ingin membiarkan debu-debu menggesek kulit
dan ingin melihatmu dalam keindahan
jadi aku melepas helm dan merasa bebas
kini duniaku kembali berwarna
katakan padaku
apakah kau menyadari
bahwa ada diriku di dalam dirimu
kau boleh memberi tanda apapun
agar aku tahu demikian
ini pertama kalinya
kita menuju sore yang menyala
di laut dengan gelombang yang pecah itu
kau hanya menganggukkan kepala
dan menawarkan tangan untuk kugenggam
aku tersenyum dan menerima tawaranmu
apakah ini jawabanmu?
di pasir ada sesuatu yang bercahaya
terkena sinar kemerahan
kerang mungil yang indah
dan kau memberikannya padaku
benda kenangan pertama kita
kusimpan dalam kantong berwarna pink
kerang itu bicara bahwa
ada sesuatu yang terjadi di antara kita...
6 Jun 2008
Bait Panjang dalam Malam Penat
pagi yang menyapa siang
bulan dan bintang yang menggantikan matahari
dan cinta yang mengalahkan rasa benci
adalah hal-hal yang akan
terus berubah sepanjang hidup
menimbun dalam semak kehidupan sebuah ilalang
tonggak berdiri kokoh dan tak lengang oleh waktu
butir-butir kelam mulai menetes di jalanan
hilang...
jauh menyusup melewati rongga-rongga bercelah
hanya perubahan
yang mengantar kehidupan seorang manusia
dan menjadikan hidup
tak lagi datar
tawa-tawa yang diisi oleh penguasa malam
pengembara kelelahan mencari rumah hatinya
dunia yang kosong,
dunia yang teramat sempit
di dalam diri,
kita hanyalah seonggok tanah liat
apa yang ada di luar?
berlomba dengan masa
dan waktu tertinggal di belakang
kejar.. kejar... kejarlah ia
sampai batas kesempatan mengurung
menyanyikan sajak sumbang
didengarkan penari jalanan
tertawa... tertawa... tertawalah
pada sandiwara dunia
operet usang murahan dalam gang sempit
menghantar mimpi-mimpi manusia
dalam khayalan istana mewah
Pengisi Kekosongan Langit
bintang-bintang yang memerlukan sinar
bulan yang tak pernah mau berkedip
delapan tatapan sinar planet tata surya
terkadang,
bintang jatuh yang membawa harapan tiap manusia
komet yang hanya sesekali menengok
hujan meteor yang menandai perayaan agung
sampai,
kabut bima sakti yang membentuk jalan susu
lalu,
langit biru yang memantulkan pelangi
langit mendung yang menyapu kegersangan
rintik hujan dengan irama harmonis
awan putih yang beriringan
burung dan kupu-kupu yang berkejaran
apa kau pernah membayangkan
jika langit yang tanpa bingkai
tidak memiliki itu semua
apakah
kau akan mampu menceritakan keindahan?
Seperti Aku
sama halnya seperti langit
aku juga ingin mengisi kekosongan di hatimu
membuat hari-hari menjadi indah
meski tak pandai mengatakannya
aku tak ingin kau sendiri
aku ingin melihat
apa yang kau lihat
apa pun kejadian yang kau alami
aku juga ingin merasakannya
jadi aku tak hanya mendengarkan ceritamu
tentang keindahan jagad raya
karena aku akan bersamamu berbagi semua itu
jauh di sana
di sebuah tempat yang belum kita kunjungi
bunga-bunga menanti kita
karena hanya manusia saja
yang tersenyum melihat mereka bermekaran
dan bermandikan sinar matahari
suatu hari…
7 May 2008
Untitled
teruslah bersinar untukku, matahariku
dan jangan mengubah bentukmu
karena aku sangat sendirian kini
aku ingin kau menyinariku dengan cinta
dan tak ingin mengucapkan selamat malam padamu
karena aku akan kedinginan saat itu
aku butuh kamu untuk menghangatkan aku
tangis, gelisah, takut dan sedih
aku ingin kau mencairkan semua rasa itu
tersenyumlah untukku, matahariku
dan kilaukan nyalamu dengan terang
maka kau akan melihat
bunga-bunga yang berwarna cerah karena kasihmu
jangan biarkan ia layu
tapi biarkan ia tahu bahwa engkau mencintainya
karena ia akan menyambut cintamu dengan memekarkan kelopaknya
maka akan ada begitu banyak yang bahagia dengan keindahannya
kumbang, lebah, kupu-kupu dan bahkan manusia
aku ingin kau membuat mereka lebih mencintai bunga itu...
nyanyikan syair surga untukku, matahariku
dan senandungkan bisikanmu yang merdu
karena laut itu membuat perahu terombang-ambing dalam badai
dan langit bagai bergemuruh dalam ritme yang membingungkan
aku ingin kau membirukan mereka
agar mereka tahu bahwa hidup lebih indah dengan cinta
sauh, angin, camar, awan
aku ingin mereka ikut bernyanyi bersama nafas syahdumu
ah, matahariku... matahariku...
apakah permintaanku terlalu egois?
karena jika demikian
langitku akan mendung, lautku akan kelam
bungaku akan mati
dan aku akan tertinggal dalam kesendirian...
Far Off Dream
aku tak pernah berusaha mengingat
sudah berapa lama sejak kita saling memiliki
karena malam terlalu pendek untuk sekedar menghitungnya
di setiap hari menjelang tidurku yang tak pernah lelap
kau akhirnya selalu berkata "aku menyayangimu, aku merindukanmu"
kau lihat?
ruang dan jarak tak mempengaruhi kita untuk saling berbagi, bukan?
aku mempercayainya karena kau yang mengajarkannya padaku
lagi dan lagi
aku terselamatkan oleh kata-kata itu
kau pernah menoreh goresan:
"cinta tak pernah dapat diukur,
dengan dalamnya laut,
atau dengan tingginya everest.
ia hanya dapat diukur,
dengan tawa dan air mata,
dengan detak jantung yang bergemuruh,
ketika mendengar namanya.
dan nama spesial itu adalah......" *
ya, kau mengisinya dengan namaku
dan aku memberikan jalan untuk air mata
aku tak ingin menyeka tangisku
karena momen itu sangat berharga
apakah aku mempercayainya?
aku bahkan tak mengerti untuk siapa aku hidup
karena saat berjalan aku tak punya tangan untuk kugenggam
lagi,
kau menguntai kata-kata yang terlalu indah :
"satukan jari-jari tangan kirimu,
dengan jari-jari tangan kananmu.
salah satunya adalah milikku, kau sedang menggenggamku" **
dan :
"di setiap melangkah,
kau mungkin merasa sendiri.
tapi lihatlah dengan baik,
menolehlah,
kau akan menemukan bayangan.
dan itu adalah aku.
jika kau memahaminya,
kau tak sendiri karena aku bersamamu,
aku melekat di dirimu" ***
jika memang demikian,
maka kau adalah cahayaku
aku tak mungkin menemukan bayangan jika ia tak ada
enter the light, leave the dark
enter the light, i enter you
dan sungguh, jika ini memang takdir yang seperti kita katakan
maka kita akan bertemu, di hari ini, di suatu tempat
suatu dimensi
dan sekarang aku meragukannya
terlalu banyak hal berharga
yang tak cukup dibayar air mata
jadi aku menyetujuinya
meski semua menyisakan enigma
aku tak menyesalinya
Kenapa?
mendekatlah,
biar kurasakan detak jantungmu
kita sama
bukankah kita manusia
yang lemah tanpa tuntunan sahabat
kenapa menjauh dariku?
tak ingin mengenalku
setitik debu terbang ke angkasa
dia tidak menghilang
hanya menyatu dengan jagad
sebagai pelengkap
bahwa tanpanya
alam bukanlah sesuatu yang nyata
egois
kita semua punya rasa itu
tapi jika kita mampu meleburkannya
kita akan menjadi insan
yang mulia