maret, 365 hari yang lalu
sebuah perjalanan hidup
dari udara yg aku hirup
mengalir dalam paru-paru berjamur
tuhan, beri aku lebih banyak sisa umur
tak perlu sampai uzur
untuk sebuah misi aku bertempur
ah, sampai aku menang...
sampai menang...
april,
musim berganti
awan yg membawa keteduhan menaungi
aku merasa damai..
terlindungi..
mimpi bukanlah tragedi
karena banyak harapan yang terangkai
dengar, aku kini bernyanyi
mei,
angin menghembusku
kembali, ke timur..
banyak kenangan terkubur
tak berusaha kugali
biar ia di sini, juga abadi
karena waktu tak berjalan mundur
tanganku melambai padanya...
juni,
aku pulang
segala hal terasa acak
mungkin belum saatnya datang
tak seharusnya pinggangku berkacak
kemana pun bertualang
ini tempatku bersinggah meski sejenak
untuk mengistirahatkan sayapku
aura sejuk menyapa
mataku terpejam sempurna
segalanya berjalan sebagaimana mestinya
juli,
angin berganti arah,
perubahan itu baik
matahari tetaplah cerah
meski awan mendung menilik
tak ada rantai membelenggu kakiku
bebas seperti elang...
aku berkelana lagi
agustus,
di luar jendela kamar
segalanya tampak menyala
ada perhelatan besar
aku bagian darinya
kombinasi dua warna dasar
mewarnai suasana pesta
di mataku, di mata mereka
semangat terpancar
kita semua hidup...
kita semua ada...
september,
ada nuansa rindu
tetesan airmata sendu
untuk momen yang syahdu
Tuhanku,
aku sungguh-sungguh rindu
untuk tiap pertemuan,
tiap tahun, satu bulan
terima kasih tuhan
aku masih diberi kekuatan
oktober,
satu momen berakhir
tidak dengan airmata
tidak pula dengan tawa
tapi sebuah cahaya bersinar di sana
ada sebuah pertanda dari terangnya
november,
berjalan seperti sebuah pola
konstan melewati hari...
awan mencair
membawa musim ini dalam harmoni yang lain
penat itu terobati...
aku merasa,
sesungging senyum menyertai di wajah
dunia masih sempurna
desember,
tak lagi terbang
aku membiarkan diriku kalah
dasar bodoh,
padahal belum juga berjuang
aku coba berdiri
sendiri,
aku mencari sinar,
ia berada di atas sana,
ribuan mil dari tempatku berdiri
sayapku koyak...
sayapku koyak...
aku tak mendapat jalan keluar...
januari,
aku tak perlu sayap
harapan baru membantuku terbang
sebuah perjalanan lagi..
akhir akan menjadi awal
dari sini aku memulai
februari,
lagi,
cahaya terang menaungi
kali ini tidak sampai membutakan langkah
pelangi bukanlah fantasi
ada kemenangan di ujung warna-warni
imajinasi,
melintasi sungai ilusi
menyeberangi taman berduri
perjalanan berat... lama...
dan ujung pelangi masih jauh
tapi tak pernah ada kemenangan
jika tak ada perjuangan
mungkin saja tak ada mimpi
karena semua yang kita inginkan ada di sini
maret, hari ini
semua masih di sini..
tiap detik adalah hal baru
terima kasih tuhan
atas udara
yang masih
mengisi
nafasku....
11 Mar 2009
A Year's Journey
Empty Hands
my hands are empty
for no one is guilty
only wind fills inside
and be my bride
my hands are empty
for no one could see
who'll be the guide
to show me the light
my hands are empty
for I have thy body
but thy heart's too wild
as I would never be thy pride
my hands are empty
forever be free
it's waiting for thee
to give me thy heart's key
19 Feb 2009
xxxx
xxxx berlari, xxxx tertawa
ingat saat kau memandang senja impianmu
dan bulan berada jauh di atas langit
xxxx terhenti, xxxx menangis
dan masih ingin memandang senja
tapi bulan tertutup langit mendung yang kejam
senja syahdu seperti apa yang ingin kau lihat
karena lautan sudah tertutup badai
wajah bahagia siapa yang ingin kau tatap
karena matanya sudah tertutup air
xxxx
mungkin tak pernah merasa sepi
karena kau telah bersahabat dengan kesendirian
untuk waktu yang lama
waktu yang tak cukup
bagi kupu-kupu untuk mengepakkan sayapnya,
mengarungi dunia...
11 Feb 2009
Kekuasaan Waktu
lihatlah dengan jelas
kekuasaan sang waktu
ia di sini,
ia bersama kita
tapi tak pernah menunggu...
berjalan, berjalan dan..
ah!!! akhirnya! siapa yang tertinggal?
sedang angin masih bertiup mengejar harapnya
burung-burung beterbangan meraih mimpinya
gelombang laut pun pecah mengirim doanya
dan gelas-gelas porselen itu tertimbun debu menandai usianya
lihat kan?
seperti air ia terus mengalir
tetapi
kita tak tahu kapan alirannya akan terhenti
hanya ia pemenangnya...
5 Jan 2009
Coretan Tesa: Untitled
PS: puisi di atas ditulis oleh salah satu temen baikku, namanya Tesa :)
28 Dec 2008
7 Dec 2008
Suatu Hari yang Cerah
bangun di hari yang tidak mengenakkan
sungguhkah aku mengalami hari kemarin?
aku berharap itu tidak terjadi
tapi ternyata bukan mimpi
lukisan bawor bikinan pak kardi di depan kamar mandi
mengingatkanku pada dirimu
matanya merah, dan aku melihat matamu juga merah
yah...
paling tidak aku membayangkan matamu memang merah saat itu
haruskah aku menebak-nebak?
karena kita terpisah 250 km jauhnya
dahan-dahan pohon rambutan milik tetangga
bergoyang membisikkan suara angin
ssshh.. diam sebentar!!
sungguh, aku mendengar suara detak jantungmu
di antara angin yang bertabrakan dengan daun-daun itu
aku melihat dahan pohon itu cukup kuat,
yah... aku bertaruh pasti sangat kuat
tapi kurasa langit itu cukup tinggi untuk menggantung lehermu
aku tertawa melihat betapa cerahnya hari ini
suatu kebetulankah kalau tidak ada hujan yang turun?
kupikir langit pasti semakin cerah kalau kamu ada di sana
meski kudengar jantungmu berdetak di antara pepohonan,
aku tak bisa mendengar apa yang dia katakan..
sayang, katakan padaku?
bertanya-tanya seperti itu membuatku lapar
aku mengambil roti bolu di atas piring
sebenarnya tidak ingin makan
tapi aku ingat penggalan kata di film india
"hati yang salah, kenapa perut yang dihukum?"
oh, aku tak ingin maagku kambuh
tapi
aku tak pernah tahu kalau roti bolu ternyata pahit
paling tidak,
itu roti bolu paling pahit yang pernah kumakan
jadi
maukah kau mengatakannya padaku?
5 Nov 2008
Secawan Tangis
hari ini aku melihatnya lagi
dia di sana, menari, mencoba menangkap awan yang mencair
aku mendekatinya dan bertanya
"mengapa kau berdiri di bawah hujan?"
dia tersenyum dan menjawab
"untuk mengumpulkan airnya di dalam cawan ini"
kembali ia menari dengan kepala menengadah ke atas
ah, ada sesuatu yang tidak aku sadari
"kenapa air hujan tidak membasahimu?" tanyaku
dia mengalihkan matanya ke arahku
"ambil cawanmu dan kau akan tahu" katanya
"cawan?" tanyaku
Ia menjawab "ya, cawan yang biasa kau isi dengan air mata. Kau punya bukan?"
aku mengangguk dan berlari mengambil cawanku yang hanya terisi sedikit.
aku bertanya-tanya
entah kapan cawan ini akan penuh,
karena tiap menangis aku tak begitu memerlukan berliter-liter tumpahan air mata
satu atau beberapa tetes, dan itu cukup
"ah mungkin tak ada salahnya kubiarkan ia penuh berisi air hujan"
aku menghampirinya, dan ia berkata
"ikutlah bersamaku"
aku menari, dalam hujan, mengisi cawan
"hey, aku merasa hangat" kataku berseri
dan hujan tak lagi membasahiku
aku tak paham kenapa bisa begitu
dan ia seolah mengerti isi hatiku
lalu mengerling dan berkata
"karena kau membaginya dengan Tuhan. Kau berbagi tangismu dengan tangis-Nya"
ia tersenyum...
12 Oct 2008
Sejenak Saja
bolehkah aku..
sejenak saja
bersandar di bahumu
semenit saja, tak perlu lama
saat itu
aku bisa memohon tiga doa, bahwa
-kita saling menyayangi
-sekarang hingga nanti
-selamanya, lebih lama dari selamanya
bolehkah?
7 Sept 2008
boleh aku berubah untukmu?
ukiran kayu sekarang bersih
debu-debu terbang hilang
cuma beberapa cuil kertas putih
yang mengisi waktu dan ruang
kipas angin menerbangkan
sehelai rambut di bawah mata
tapi tetap saja tawamu yang spontan
menempel di dalam kepala
hey, aku ingin kau tahu
bahwa ada yang berubah
aku menjadi sesosok jiwa baru
itu semua kau yang buat ulah
apa kau sudah tahu, sayang?
ini hati berubah karenamu
jangan biarkan cinta hilang
karena jika demikian,
aku cuma menjadi cahaya bulan remang
yang memantul di danaumu