19 Feb 2009

xxxx

xxxx berlari, xxxx tertawa
ingat saat kau memandang senja impianmu
dan bulan berada jauh di atas langit

xxxx terhenti, xxxx menangis
dan masih ingin memandang senja
tapi bulan tertutup langit mendung yang kejam

senja syahdu seperti apa yang ingin kau lihat
karena lautan sudah tertutup badai
wajah bahagia siapa yang ingin kau tatap
karena matanya sudah tertutup air

xxxx
mungkin tak pernah merasa sepi
karena kau telah bersahabat dengan kesendirian
untuk waktu yang lama
waktu yang tak cukup
bagi kupu-kupu untuk mengepakkan sayapnya,
mengarungi dunia...

11 Feb 2009

Kekuasaan Waktu

lihatlah dengan jelas
kekuasaan sang waktu
ia di sini,
ia bersama kita
tapi tak pernah menunggu...

berjalan, berjalan dan..
ah!!! akhirnya! siapa yang tertinggal?

sedang angin masih bertiup mengejar harapnya
burung-burung beterbangan meraih mimpinya
gelombang laut pun pecah mengirim doanya
dan gelas-gelas porselen itu tertimbun debu menandai usianya
lihat kan?
seperti air ia terus mengalir
tetapi
kita tak tahu kapan alirannya akan terhenti

hanya ia pemenangnya...

5 Jan 2009

Coretan Tesa: Untitled

hati ini yang menanti
hati ini yang menari
bersandar pada kisah indah kita..

diri ini yang merintih
diri ini yang menangis
terdampar pada sikap manismu

kini hanya bisa
coba untuk berdiri
pada hati yang tersisa...

PS: puisi di atas ditulis oleh salah satu temen baikku, namanya Tesa :)

28 Dec 2008

Tetap Saja

Biar
cuma
jatuh
satu
tetes

tetap
saja
itu
air
mata,
kan
?

7 Dec 2008

Suatu Hari yang Cerah

bangun di hari yang tidak mengenakkan
sungguhkah aku mengalami hari kemarin?
aku berharap itu tidak terjadi
tapi ternyata bukan mimpi

lukisan bawor bikinan pak kardi di depan kamar mandi
mengingatkanku pada dirimu
matanya merah, dan aku melihat matamu juga merah
yah...
paling tidak aku membayangkan matamu memang merah saat itu
haruskah aku menebak-nebak?
karena kita terpisah 250 km jauhnya

dahan-dahan pohon rambutan milik tetangga
bergoyang membisikkan suara angin
ssshh.. diam sebentar!!
sungguh, aku mendengar suara detak jantungmu
di antara angin yang bertabrakan dengan daun-daun itu

aku melihat dahan pohon itu cukup kuat,
yah... aku bertaruh pasti sangat kuat
tapi kurasa langit itu cukup tinggi untuk menggantung lehermu
aku tertawa melihat betapa cerahnya hari ini
suatu kebetulankah kalau tidak ada hujan yang turun?
kupikir langit pasti semakin cerah kalau kamu ada di sana

meski kudengar jantungmu berdetak di antara pepohonan,
aku tak bisa mendengar apa yang dia katakan..
sayang, katakan padaku?

bertanya-tanya seperti itu membuatku lapar
aku mengambil roti bolu di atas piring
sebenarnya tidak ingin makan
tapi aku ingat penggalan kata di film india
"hati yang salah, kenapa perut yang dihukum?"
oh, aku tak ingin maagku kambuh

tapi
aku tak pernah tahu kalau roti bolu ternyata pahit
paling tidak,
itu roti bolu paling pahit yang pernah kumakan

jadi
maukah kau mengatakannya padaku?

5 Nov 2008

Secawan Tangis

hari ini aku melihatnya lagi
dia di sana, menari, mencoba menangkap awan yang mencair
aku mendekatinya dan bertanya
"mengapa kau berdiri di bawah hujan?"
dia tersenyum dan menjawab
"untuk mengumpulkan airnya di dalam cawan ini"
kembali ia menari dengan kepala menengadah ke atas
ah, ada sesuatu yang tidak aku sadari
"kenapa air hujan tidak membasahimu?" tanyaku
dia mengalihkan matanya ke arahku
"ambil cawanmu dan kau akan tahu" katanya
"cawan?" tanyaku
Ia menjawab "ya, cawan yang biasa kau isi dengan air mata. Kau punya bukan?"
aku mengangguk dan berlari mengambil cawanku yang hanya terisi sedikit.
aku bertanya-tanya
entah kapan cawan ini akan penuh,
karena tiap menangis aku tak begitu memerlukan berliter-liter tumpahan air mata
satu atau beberapa tetes, dan itu cukup
"ah mungkin tak ada salahnya kubiarkan ia penuh berisi air hujan"
aku menghampirinya, dan ia berkata
"ikutlah bersamaku"
aku menari, dalam hujan, mengisi cawan
"hey, aku merasa hangat" kataku berseri
dan hujan tak lagi membasahiku
aku tak paham kenapa bisa begitu
dan ia seolah mengerti isi hatiku
lalu mengerling dan berkata
"karena kau membaginya dengan Tuhan. Kau berbagi tangismu dengan tangis-Nya"
ia tersenyum...

12 Oct 2008

Sejenak Saja

bolehkah aku..
sejenak saja
bersandar di bahumu
semenit saja, tak perlu lama
saat itu
aku bisa memohon tiga doa, bahwa
-kita saling menyayangi
-sekarang hingga nanti
-selamanya, lebih lama dari selamanya

bolehkah?

7 Sept 2008

boleh aku berubah untukmu?

ukiran kayu sekarang bersih
debu-debu terbang hilang
cuma beberapa cuil kertas putih
yang mengisi waktu dan ruang

kipas angin menerbangkan
sehelai rambut di bawah mata
tapi tetap saja tawamu yang spontan
menempel di dalam kepala

hey, aku ingin kau tahu
bahwa ada yang berubah
aku menjadi sesosok jiwa baru
itu semua kau yang buat ulah

apa kau sudah tahu, sayang?
ini hati berubah karenamu
jangan biarkan cinta hilang
karena jika demikian,
aku cuma menjadi cahaya bulan remang
yang memantul di danaumu

24 Aug 2008

embuh embuh basi basi bosan bosan

lagi gak da ide nulis
lagi gak pengen nangis
pengen duduk diam
lalu ketiduran
biar malam cepat berlalu
biar nyamuk-nyamuk itu yang menghitung waktu
hisap saja ini darah
aku tak akan marah
tenang hey nyamuk
aku tak akan mengamuk
atau membantai kalian sampai remuk
aku biarkan kalian menikmati ini kulit
atau biar menit yang saling menggigit
berlalu..
berlalu..
berlalu..

ahhh.. kenapa hari ini terasa berat
kepala kepala duh penat
besok deh besok
besok pasti udah ringan
jalan terbuka lapang

detik detik detik...
berisik
bunyi tik tak tik
gak ada melodi yang lain ya..

ni kamar lampu kemana?
ni kacamata hitam siapa yang taruh di depan mata?
ni siang hari kenapa semua jendela terkunci

heh
cahaya
cahaya
cahaya...

kenapa pergi

hey kamu
kamu
kamu
kenapa tak menyingkir dari kepalaku
duduk diam di dalam sana, siapa butuh itu
pergi...
kalau perlu pergi dari hati
biar lepas saja
lepas
lepas
aku koyak ni kertas
masuk keranjang sampah

ahhhhh....
besok kan?
bener besok?
apanya yang besok?
besok kamu mau kembali
atau mau pergi?

kamu pilih
aku putuskan

apa..
apanya...

20 Aug 2008

Tranquility

I'm playing with fire, just a little more step to get burned.
lack of sleep, getting me mad, leaves me unrestfull till i see the morning sun between the clouds.

need faith. feed my poor soul and mind with sound of tranquility.

a peaceful place.

heaven's too much and hell's too weary of pain.

Ambiguous religion.